KUNIKMATI MALAMKU

14 Nov

Secangkir kopi 3 in 1 dengan rasa Carrebian Nut menemaniku tengah malam membaca novel karya Bang Tere Liye yang berjudul MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH.

Suhu udara yang sejuk menambah kenyamanan tubuh ini dalam menikmati indahnya malam.

Maka, nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?
Masihkah kita kurang bersyukur atas kasih sayang Allah?

Kuminum kopi kesukaanku dengan sendok bulatku. Sudah jadi kebiasaanku kalau minum kopi menggunakan sendok. Nikmatnya tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Sekitar 2 tahunan terakhir ini aku menjadi penyuka kopi. Awalny aku hanya coba-coba saja. Tetapi, lama-lama jadi kecanduan. Kalau tidak minum kopi terasa ada yang kurang.

Jam dinding menunjukkan pukul 23.22 waktu Hong Kong. Aku teruskan membaca novel yang sempat tertunda karena harus menyeleseikan tugas beres-beres rumah majikan.

Sebuah novel yang menceritakan tentang seorang pemuda yang mengajak anak-anak rekreasi ke laut untuk menikmati keindahannya dengan menaiki kapal fery, dan dia pun yang menjadi penanggung jawabnya.

Kala itu ada badai besar menerpa hingga menyebabkan kapal terjungkal. Sekitar 18 anak meninggal dunia, sisanya luka-luka dilarikan ke rumah sakit.

Pemuda tersebut bernama karang. Dirinya merasa bersalah sampai-sampai membuatnya trauma selama 3 tahun.

Selanjutnya, . . . . Silakan baca sendiri novelnya ya?🙂

PESAN SANG GURU

14 Nov

“If you don’t find the book want to read, just write it”.

“Writing likes eating, you don’t eat food that you don’t like. So, just write what you like”.

“Just write, Speak Up, yes!”

Itulah pesan dari guru komunikasiku yang pernah membimbing ketika Dompet Dhuafa Hong Kong mengadakan Pelatihan Komunikasi pada bulan Ramadhan 1433 H lalu.

Materi yang diajarkan yaitu tentang Jurnalistik, blogging, Public Speaking, Humas, dan Tehnik MC.
Awalnya, aku tertarik ingin be lajar tentang blogging. Karena, aku pikir bisa digunakan untuk bisnis online.

Setelah masuk, materi yang pertama diajarkan yaitu tentang Jurnalistik tentang bagaimana menulis berita dengan baik.

Tak terpikirkan olehku bahwa aku bisa menulis sebuah berita. Guru pembimbingku, sebut saja Kang Romel mengharapkan para peserta mencari berita dan menuliskannya, lalu disetorkan kepada beliau.

Setoran berita tersebut bisa ditulis di kertas dan juga disetorkan lewat inbox facebook.

Kebetulan, pertemuan kedua pelatihan komunikasi, tepatnya tanggal 28 Juli 2012 salah satu guru menjahitku di Migrant Institute Dompet Dhufa pulang ke tanah air. Aku pun sempat mengantarnya ke bandara seabelum Pelatihan Komunikasi. Berita kepulangan guruku itulah yang pertama aku tulis.

Setelah aku setor ke Kang Romel via inbox facebook, beberapa jam kemudian, kang Romel mengirimkan link berita ke aku lewat inbox facebok, dibawahnya tertulis “keep writing”. Lalu aku buka link itu, betapa senangnya hatiku. Ternyata, setelah diperiksa dan kata-kata yang kurang tepat dibenarkan, setoran beritaku dimuat.

Kubaca ulang kata “keep writing“. Aku tersenyum. Sebuah kalimat penyemangat untuk selalu belajar untuk menulis.

Thank so much untuk Guruku. Akan kuingat apa yang engkau ajarkan. Menulis untuk kebaikan. “Dakwah bil qolam”, kata itulah sebagai tujuan diajarkannya menulis. Menulis untuk memberitahukan informasi kepada khalayak umum agar mereka tahu apa yang sedang terjadi.

Hello world!

7 Sep

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!